Rosalind Franklin
Rosalind Franklin lahir
pada 25 Juli 1920 di Notting Hill,
London dan wafat pada 16 April 1958 di Chelsea, London pada usia 37 tahun
karena kanker ovarium.
Sejak kecil Rosalind Franklin sangat menyukai
fakta dan sains. Pada usia 15 tahun dirinya bertekad untuk menjadi seorang
ilmuwan. Franklin mengenyam pendidikan di Sekolah
Anak Perempuan St Paul, disana juga ia belajar bahasa Prancis, Italia, dan
Jerman. setelah lulus pada tahun 1938, Franklin melanjutkan di Universitas
Cambridge dengan mengambil jurusan kimia fisika. Walaupun memiliki kemampuan
ekonomi dan memiliki tradisi jabatan pemerintahan, ayahnya tidak menyetujui
pendidikan perguruan tinggi untuk perempuan. Namun berkat dukungan ibu serta
bibi nya, ayah Franklin akhirnya mengalah dan mengijinkan Franklin untuk
melanjutkan pendidikan di Universitas Cambridge
Pada tahun 1939, Perang
Dunia II pecah di Eropa namun Franklin tetap
melanjutkan studinya. Dengan dimentori oleh seorang profesor bernama Adrienne
Weill yang datang ke kampus pada tahun 1940 sebagai pengungsi Yahudi dari
Prancis, Franklin melanjutkan studinya dan juga menjadi sipir serangan udara.
dirinya bekerja untuk memberikan pertolongan pertama dan memadamkan api yang
disebabkan oleh bom Jerman. Dia juga melaporkan insiden pengeboman ke Dinas
Penjaga Serangan Udara.
Ia lulus pada tahun
1941 dan mulai bekerja berbekal gelar doktornya. Karyanya berfokus pada masalah
perang : sifat batu bara dan arang kayu serta bagaimana menggunakannya secara
efisien. Ia menerbitkan 5 karya pada mata kuliah itu sebelum ia berusia 26
tahun. Karyanya tetap dikutip kini, dan membantu mengajukan bidang serat karbon
yang kuat. Pada tahun 1945 di usia 26, Franklin menerima gelar Ph.D. dan perang
barusan selesai. Ia mulai bekerja dalam difraksi sinar-X—menggunakan sinar X
untuk membuat gambar zat padat yang dikristalkan. Ia memelopori penggunaan
metode ini dalam menganalisis bahan yang rumit dan tak teratur seperti molekul
biologis yang besar, dan tak hanya kristal tunggal.
Setelah 3 tahun bekerja di prancis, pada tahun 1950 Franklin berkeinginan untuk berkarir ilmiah di Inggris. Ia diundang ke King's College di London untuk bergabung dengan kelompok ilmuwan untuk memulai penelitian tentang struktur DNA (makhluk hidup).
Pemimpin tim menugasinya berkarya pada DNA
dengan mahasiswa pascasarjana. Asumsi Franklin ialah bahwa ini merupakan
proyeknya sendiri. Salah satu laboran, Maurice Wilkins, sedang berlibur saat
itu, dan saat ia kembali, hubungan mereka berantakan. Maurice berasumsi Franklin
akan membantu kerjanya. Franklin berpendapat ia akan menjadi satu-satunya orang
yang berkarya pada asam deoksiribonukleat. Mereka memiliki perbedaan
kepribadian yang kuat juga: Franklin lugas, cepat, menentukan, dan Wilkins
pemalu, spekulatif, dan pasif. Hal ini akan memainkan peran pada tahun-tahun
mendatang perlombaan terbuka untuk menemukan struktur DNA.
Franklin membuat
kelanjutan dalam teknik difraksi sinar-X dengan DNA. Ia mengurus alat-alatnya
untuk menciptakan sorotan sinar-X yang amat tajam. Ia mengekstraksikan serat
DNA yang lebih baik daripada yang pernah sebelumnya dan menyusunnya dalam
buntelan paralel. Dan ia mempelajari reaksi serat DNA pada keadaan lembab.
Seluruhnya memungkinkannya menemukan kunci penting atas struktur DNA Franklin
menggunakan gambar x-ray untuk lebih memahami DNA. Pada tanggal 6 Mei 1952, ia
menangkap sebuah gambar yang akan mengubah apa yang diketahui para ilmuwan
tentang DNA
Di saat
yang sama, dua ilmuwan bernama Francis Crick dan James Watson juga mempelajari
DNA. Pada bulan Januari 1953, salah satu rekan kerja Franklin menunjukkan
kepada mereka karya Franklin yang belum pernah dipublikasikan. Berkat “Photo
51” dan data Franklin, Crick dan Watson mempublikasikan model struktur DNA mereka
sendiri. Sayangnya, mereka tidak mengucapkan rasa terima kasih kepada Franklin
atas kontribusinya. Crick dan Watson kemudian memenangkan Hadiah Nobel untuk
karya mereka.
Franklin
kembali pada studinya tentang batu bara dan juga menyelesaikan kerja DNA-nya.
Ia mengalihkan perhatiannya ke virologi, menerbitkan 17 kertas kerja dalam 5
tahun. Penemuan kelompoknya meletakkan dasar penemuan virologi struktural.
Selama kunjungan profesional ke Amerika Serikat, Franklin merasa sakit yang
segera diketahuinya sebagai kanker rahim. Ia terus berkarya sampai 2 tahun
berikutnya, melalui 3 operasi dan kemoterapi eksperimental dan remisi 10 bulan.
Ia berkarya sampai beberapa minggu sebelum kematiannya pada tahun 1958 pada
usia 37.


Komentar
Posting Komentar